Category Archives: PERKOSAAN

eno-fariihah-cangkul

ENO FARIHAH KORBAN PERKOSAAN DAN PEMBUNUHAN SADIS DENGAN MEMASUKAN CANGKUL KE DALAM KEMALUAN

Divisi Humas Polri merilis foto bentuk cangkul yang membunuhkan Karyawan Pabrik Plastik, Eno Parihah (18 tahun).  Eno Farihah diperkosa dan dibunuh dengan memasukan cangkul ke dalam kemaluan pada mess karyawan di Jatimulya, Kosambi, Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten.

eno-fariihah-cangkul-2

Bentuk Cangkul dengan ukuran gagang sepanjang 65 sentimeter itu ditemukan menancap di dalam kemluan korban sedalam kira kira 30 cm. Cangkul itu ditancapkan pelaku ketika Enno masih dalam keadaan hidup hingga akhirnya enno meninggal. Gadis asal Serang, Banten itu tewas akibat kekerasan cangkul. Kini, cangkul tersebut sudah berada di laboratorium forensik untuk diperiksa. Eno Farihah ditemukan tewas pada Jumat (13-5-2016) sekitar pukul 08.45 WIB.

Setelah dilakukan penyelidikan, tim gabungan polisi berhasil mengungkap pelakunya.  Saat ini polisi sudah mengamankan 3 orang tersangka. Jajaran Polda Metro Jaya resmi menetapkan tiga tersangka perkosaan dan pembunuhan sadis yang menimpa karyawati PT Polyta Global Mandiri, Enno Farihah. Ketiganya yakni pria RAr alias Arif (24), RAl alias Alim (16) dan IH alias Ilham (24).

eno-fariihah-cangkul-3

Kronologi Perkosaan dan Pembunuhan hingga Cangkul Masuk ke Kemaluan

Berawal pada Kamis (12-5-2016) sekira pukul 23.30 WIB, antara tersangka RAl dan korban sepakat janjian bertemu di kamar korban.

Ternyata pelaku orang luar yang dibukakan pintu oleh korban yakni RAl atau Alim yang bukan lain selaku anak SMP. Korban berkenalan dengan RAl mengaku kenalan namanya Indah. Pelaku minta nomor korban lalu telepon dan SMS sampai malam kejadian.

Saat itu, pelaku RAl usai bermain Play Station diberitahu bahwa pintu kamar korban sudah dibuka, akhirnya dia masuk ke dalam kamar dengan gerbang masuk tak dikunci. Saat itu posisi kamar korban terbuka, sedangkan kamar lain tertutup.

Setelah pelaku RAl masuk ke kamar, mereka kemudian berbincang sekitar 30 menit. Sempat berciuman, pelaku kemudian mengajak korban berhubungan namun ditolak korban dengan alasan takut hamil. Karena kesal, RAl kemudian keluar gerbang mess dan merokok dua batang rokok. Saat itulah pelaku RAI bertemu dengan RAr yang baru kali itu mereka bertemu.

rahmat-alimTersangka Rahmat Alim 16 Tahun

Saat merokok, RAl bertemu dengan RAr alias Arif yang belum pernah ditemui sebelumnya. Mereka berkenalan, dan ternyata Arif karyawan pabrik mess belakang mess korban. Tak lama kemudian keduanya bertemu dengan pelaku IH alias Ilham yang tengah lewat dan kemudian berkenalan. Ternyata RAr dan IH ini suka sama korban, namun tak pernah ditanggapi.

Setelah bertemu, para tersangka perkosaan dan pembunuhan sadis menuju kamar korban dengan maksud untuk memperkosa korban. Saat masuk, korban yang tengah tertidur pun langsung dibekap mukanya oleh tersangka IH dengan menggunakan bantal dan menyuruh tersangka RAl mencari pisau dapur. Namun karena di dapur tak ada pisau, selanjutnya RAl keluar kamar dengan maksud mencari benda lain selain pisau, dan menemukan sebuah cangkul tak jauh dari kamar korban.

perkosaan-pembunuhan

Saat tersangka RAl masuk ke dalam kamar korban dengan membawa cangkul, terlihat tersangka IH masih membekap wajah korban hingga korban setengah pingsan, sedangkan RAr memegangi kaki korban. Selanjutnya IH menyuruh tersangka RAl memukul cangkul ke arah korban hingga mengenai wajah korban. Usai melakukannya, RAI sempat keluar kamar karena geli.

Namun tak sampai situ, korban kemudian diperkosa Rar, dan IH menyayat wajah korban dengan menggunakan garpu makan. RAl yang masih kesal sama korban pun tak hanya itu saja, dia kembali masuk dan menggigit payudara korban sebelah kiri hingga membekas.

eno-farihah-1

Korban tak berdaya, kemudian RAr memasukkan cangkul ke kemaluan korban. Bukan hanya dimasukkan, bahkan sampai kaki mendorong-dorong cangkul hingga masuk 90 persen. Setelah semua selesai, para tersangka selanjutnya kabur dengan terlebih dahulu menutup engsel kamar mess dengan tujuan penghuni lain tak curiga.

yuyun-1

PERKOSAAN DAN PEMBUNUHAN YUYUN OLEH 14 REMAJA DAN ANAK DIBAWAH UMUR

Misteri kematian Yuyun yang berusia 14 tahun, gadis Dusun 5 Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) yang masih duduk di bangku kelas 1 SMPN 5 PUT akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan polisi, Perkosaan dan Pembunuhan Yuyun oleh 14 remaja dan anak dibawah umur secara bergiliran lalu dibuang ke jurang.

Hasil pemeriksaan dan pengembangan terungkap ternyata sebelum dibunuh, korban terlebih dahulu diperkosa secara bergantian oleh 14 orang.

yuyun-2

Polisi meringkus kesembilan tersangka lainnya dikediamannya masing-masing di Desa Kasie Kasubun. Mereka yakni Suk (19), Bo (20), Fa (19), Za (23), Fe (18), Al (17), Su (18), Su (16), EG (16). Namun berdasarkan keterangan dari 12 tersangka, ada dua orang lagi yang turut memperkosa korban. Tapi saat disambangi dikediamannya, dua pelaku sudah keburu kabur. Mirisnya lagi, dari 12 tersangka, salah seorang diantaranya yakni Su (16) merupakan  kakak kelas korban di sekolah.

yuyun-4

Fakta-fakta mengejutkan mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun adalah :

  • Enam dari 14 pemerkosa Yuyun ternyata berstatus anak di bawah umur. Dua di antaranya tercatat sebagai siswa SMP, yakni S (16) dan EG (16). Sementara delapan pelaku lainnya sudah dewasa. Rata-rata pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun dituntut dengan hukuman penjara 10 tahun.
  • Sebelum tertangkap polisi, para tersangka pura-pura aktif terlibat dalam pencarian mayat hingga pemakaman Yuyun.
  • Para tersangka ternyata mengenali Yuyun. Mereka juga terlibat aktif dari mulai pencarian hingga pemakaman mayat Yuyun setelah ditemukan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mengelabui polisi agar tidak curiga.
  • Sebelum melakukan aksi perkosaan dan pembunuhan kepada Yuyun, para pelaku minum alkohol dan sering nonton

Kronologis kejadian bermula Sabtu (2-4-2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Tersangka De, Fe, Al dan Su sedang berkumpul di rumah De. Saat itu mereka berempat patungan mengumpulkan uang dan hasilnya didapat Rp 40 ribu. Selanjutnya sekitar pukul 11.30 WIB De dan Fe pergi ke Desa Belumai Dua untuk membeli tuak sebanyak empat liter, setelah itu kembali lagi ke rumah De.

Saat tengah asyik menenggak minuman tuak, para tersangka lainnya tiba di rumah De dan ikut minum-minum. Setelah mabuk berat, sekira pukul 12.00 WIB, keempat belas remaja tersebut kemudian pergi ke jalan dekat lokasi kejadian dan nongkrong.

Berselang satu jam kemudian atau sekira pukul 13.30 WIB,  Yuyun melintas, berjalan kaki sendirian di sawangan tempat dimana para tersangka nongkrong. Korban saat itu baru pulang dari sekolah dan masih menggunakan seragam pramuka. Saat itulah tersangka Su yang tak lain kakak kelas korban di sekolah menarik tangan korban ke kebun karet. Sedangkan tersangka lainnya menutup mulut korban.

Satu per satu pakaian korban dilepas, setelah itu korban diikat dan mulut korban dibekap menggunakan baju. Secara bergantian, dengan bejatnya para pelaku melampiaskan hasrat biraninya secara bergantian. Setelah puas, korban yang sudah tidak sadarkan diri lalu dibuang ke jurang. Lalu dengan santainya para pelaku pulang ke rumah masing-masing.

Meski dalam melakukan pemerkosaan dipengaruhi minuman tuak, tetapi aksi para tersangka sangat tidak manusiawi. Malah untuk mengelabuhi polisi, para tersangka juga turut membaur bersama warga melakukan pencarian saat korban dinyatakan hilang.

Tersangka De mengakui memperkosa Yuyun. Namun menurut dia, hal itu ia lakukan atas perintah Za, bos mereka yang tak lain otak dari aksi keji terhadap Yuyun.

Menurut De, Za dianggap bos lantaran selain umurnya yang paling tua, kesebelas tersangka lainnya takut kepada Za. Apapun yang diperintahkan Za pasti dituruti oleh kesebelas tersangka lainnya.
Lanjut De, Za merupakan orang pertama yang memperkosa Yuyun. Dalam melakukan aksinya, Za merebahkan tubuh Yuyun di tanah yang miring dengan dibantu rekan-rekan yang lain. Setelah Za puas memperkosa Yuyun, barulah Za memerintahkan dirinya dan dilanjutkan oleh pelaku lainnya secara bergiliran. Semua itu dilakukan atas arahan Za.

Lantaran kedua tangan dan kaki dipegang, membuat perlawanan Yuyun sia-sia hingga akhirnya Yuyun hanya pasrah dan terkulai lemas. Bejatnya lagi, meski Yuyun sudah terkulai lemas, para pelaku ternyata belum puas dan ingin nambuh. Mereka kembali secara bergiliran memperkosa Yuyun untuk kedua kalinya.

yuyun-3

Para tersangka tak lagi menyadari apakah korban saat itu sudah meninggal atau masih hidup sebab saat diperkosa korban sudah tidak lagi sadar. Setelah melancarkan aksi kedua, guna menghilangkan jejak, para tersangka mengikat tangan dan kaki Yuyun lalu digotong dan diletakkan secara tertelungkup dengan disenderkan ke batang pakis di dalam jurang. Untuk menyamarkan, tubuh korban ditutupi dengan daun pakis, setelah itu para tersangka pulang ke kediamannya masing-masing.