yuyun-1

PERKOSAAN DAN PEMBUNUHAN YUYUN OLEH 14 REMAJA DAN ANAK DIBAWAH UMUR

Misteri kematian Yuyun yang berusia 14 tahun, gadis Dusun 5 Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) yang masih duduk di bangku kelas 1 SMPN 5 PUT akhirnya terungkap. Hasil penyelidikan polisi, Perkosaan dan Pembunuhan Yuyun oleh 14 remaja dan anak dibawah umur secara bergiliran lalu dibuang ke jurang.

Hasil pemeriksaan dan pengembangan terungkap ternyata sebelum dibunuh, korban terlebih dahulu diperkosa secara bergantian oleh 14 orang.

yuyun-2

Polisi meringkus kesembilan tersangka lainnya dikediamannya masing-masing di Desa Kasie Kasubun. Mereka yakni Suk (19), Bo (20), Fa (19), Za (23), Fe (18), Al (17), Su (18), Su (16), EG (16). Namun berdasarkan keterangan dari 12 tersangka, ada dua orang lagi yang turut memperkosa korban. Tapi saat disambangi dikediamannya, dua pelaku sudah keburu kabur. Mirisnya lagi, dari 12 tersangka, salah seorang diantaranya yakni Su (16) merupakan  kakak kelas korban di sekolah.

yuyun-4

Fakta-fakta mengejutkan mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun adalah :

  • Enam dari 14 pemerkosa Yuyun ternyata berstatus anak di bawah umur. Dua di antaranya tercatat sebagai siswa SMP, yakni S (16) dan EG (16). Sementara delapan pelaku lainnya sudah dewasa. Rata-rata pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun dituntut dengan hukuman penjara 10 tahun.
  • Sebelum tertangkap polisi, para tersangka pura-pura aktif terlibat dalam pencarian mayat hingga pemakaman Yuyun.
  • Para tersangka ternyata mengenali Yuyun. Mereka juga terlibat aktif dari mulai pencarian hingga pemakaman mayat Yuyun setelah ditemukan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mengelabui polisi agar tidak curiga.
  • Sebelum melakukan aksi perkosaan dan pembunuhan kepada Yuyun, para pelaku minum alkohol dan sering nonton

Kronologis kejadian bermula Sabtu (2-4-2016) sekitar pukul 10.00 WIB. Tersangka De, Fe, Al dan Su sedang berkumpul di rumah De. Saat itu mereka berempat patungan mengumpulkan uang dan hasilnya didapat Rp 40 ribu. Selanjutnya sekitar pukul 11.30 WIB De dan Fe pergi ke Desa Belumai Dua untuk membeli tuak sebanyak empat liter, setelah itu kembali lagi ke rumah De.

Saat tengah asyik menenggak minuman tuak, para tersangka lainnya tiba di rumah De dan ikut minum-minum. Setelah mabuk berat, sekira pukul 12.00 WIB, keempat belas remaja tersebut kemudian pergi ke jalan dekat lokasi kejadian dan nongkrong.

Berselang satu jam kemudian atau sekira pukul 13.30 WIB,  Yuyun melintas, berjalan kaki sendirian di sawangan tempat dimana para tersangka nongkrong. Korban saat itu baru pulang dari sekolah dan masih menggunakan seragam pramuka. Saat itulah tersangka Su yang tak lain kakak kelas korban di sekolah menarik tangan korban ke kebun karet. Sedangkan tersangka lainnya menutup mulut korban.

Satu per satu pakaian korban dilepas, setelah itu korban diikat dan mulut korban dibekap menggunakan baju. Secara bergantian, dengan bejatnya para pelaku melampiaskan hasrat biraninya secara bergantian. Setelah puas, korban yang sudah tidak sadarkan diri lalu dibuang ke jurang. Lalu dengan santainya para pelaku pulang ke rumah masing-masing.

Meski dalam melakukan pemerkosaan dipengaruhi minuman tuak, tetapi aksi para tersangka sangat tidak manusiawi. Malah untuk mengelabuhi polisi, para tersangka juga turut membaur bersama warga melakukan pencarian saat korban dinyatakan hilang.

Tersangka De mengakui memperkosa Yuyun. Namun menurut dia, hal itu ia lakukan atas perintah Za, bos mereka yang tak lain otak dari aksi keji terhadap Yuyun.

Menurut De, Za dianggap bos lantaran selain umurnya yang paling tua, kesebelas tersangka lainnya takut kepada Za. Apapun yang diperintahkan Za pasti dituruti oleh kesebelas tersangka lainnya.
Lanjut De, Za merupakan orang pertama yang memperkosa Yuyun. Dalam melakukan aksinya, Za merebahkan tubuh Yuyun di tanah yang miring dengan dibantu rekan-rekan yang lain. Setelah Za puas memperkosa Yuyun, barulah Za memerintahkan dirinya dan dilanjutkan oleh pelaku lainnya secara bergiliran. Semua itu dilakukan atas arahan Za.

Lantaran kedua tangan dan kaki dipegang, membuat perlawanan Yuyun sia-sia hingga akhirnya Yuyun hanya pasrah dan terkulai lemas. Bejatnya lagi, meski Yuyun sudah terkulai lemas, para pelaku ternyata belum puas dan ingin nambuh. Mereka kembali secara bergiliran memperkosa Yuyun untuk kedua kalinya.

yuyun-3

Para tersangka tak lagi menyadari apakah korban saat itu sudah meninggal atau masih hidup sebab saat diperkosa korban sudah tidak lagi sadar. Setelah melancarkan aksi kedua, guna menghilangkan jejak, para tersangka mengikat tangan dan kaki Yuyun lalu digotong dan diletakkan secara tertelungkup dengan disenderkan ke batang pakis di dalam jurang. Untuk menyamarkan, tubuh korban ditutupi dengan daun pakis, setelah itu para tersangka pulang ke kediamannya masing-masing.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *