PROSES KELAHIRAN BAYI SECARA NORMAL

Proses kelahiran seorang bayi secara normal memerlukan pengorbanan dari seorang ibu. Rasa sakit yang dialami merupakan sakit yang tidak terperikan dan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sakit yang berbeda dengan rasa sakit-sakit yang lain, tidak pernah ada seumur hidup kecuali pada saat melahirkan, itulah kata seorang ibu. Antara hidup dan mati, seorang ibu berjuang dengan sekuat tenaga untuk melahirkan anak yang berdiam di dalam rahimnya selama sembilan bulan lebih.

Di bawah ini ada video bagaimana proses kelahiran secara normal itu terjadi. Bagi para gadis yang akan menjadi seorang ibu perlu melihat ini untuk menambah pengalaman.

Inilah proses kelahiran seorang bai dengan cara normal, melalui beberapa tahap yang harus dilalui seorang ibu :

 

 

Proses pertama (pembukaan)

  • Tahap ini merupakan yang paling lama, dimulai dari kontraksi sampai saluran rahim terbuka penuh oleh kepala bayi. Pada persalinan pertama, prosesnya bisa lebih dari 18 jam, sementara pada persalinan kedua dan seterusnya antara 2-3 jam.
  • Kontraksi yang lemah namun teratur dimulai dari bagian atas rahim ke bawah sampai vagina, biasanya diawali dengan nyeri di punggung terus menjalar menjadi seperti kram di perut bawah.
  • Sedikit demi sedikit kontraksi akan semakin seringdan kencang untuk mengeluarkan mendesak kepala bayi ke mulut rahim. Setiap kontraksi berlangsung 30 sampai 60 detik. Jarak antar kontraksi adalah 10-20 menit. Rasa sakit menghilang setiap kali rahim mengendor.
  • Mulut rahim menjadi lunak, tipis dan melebar sehingga memudahkan bayi keluar dari rahim.
  • Sedikit cairan dan darah biasanya ikut menyertai proses persalinan, sebelum akhirnya pecah air ketuban.

Proses kedua (mengejan)

  • Tahap dari pembukaan penuh sampai bayi lahir. Dalam tahap ini bayi lahir melalui mulut rahim ke vagina, lalu dikeluarkan. Tahap ini biasanya berlangsung kurang dari satu jam untuk persalinan pertama. Pada persalinan kedua, hanya sekitar 20 menit.
  • Ibu akan merasakan keinginan untuk mengejan (menekan otot perut) dan merasakan sensasi seperti orang yang ingin buang air besar. Semakin lama, dorongan mengejan itu akan semakin kuat dan sering. Bayi lalu akan keluar melalui mulut rahim.
  • Pada posisi normal di mana kepala keluar terlebih dahulu, kepala bayi berfungsi sebagai pembuka jalan. Dengan demikian, bayi dapat bernafas bahkan sebelum seluruh badan keluar dari rahim.

Proses ketiga (plasenta)

  • Pada tahap ini plasenta (jawa: ari-ari) akan terlepas dari dinding rahim. Prosesnya biasanya terjadi 15-20 menit setelah kelahiran bayi.
  • Kontraksi rahim yang keras terus berlanjut setelah kelahiran bayi dan akan menekan pembuluh darah, mengurangi perdarahan dan menyebabkan plasenta lepas dari dinding rahim.

Sumber :

  • youtube.com
  • majalahkesehatan.com


clickduit.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *