Tag Archives: HATI-HATI MEMAINKAN JARI PADA VAGINA

KENAPA VAGINA GATAL | Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa vagina selalu gatal ?, sehingga ingin digaruk saja. Hati-hati untuk menggaruk daerah tersebut. Marilah mengetahui penyebab dan cara mengatasi vagina yang gatal.

Rasa gatal ini mungkin saja dapat hilang dalam beberapa hari. Namun hilangnya rasa gatal jangan membuat anda lupa untuk mencari tahu penyebabnya dan cara pencegahannya. Banyak wanita merasa gatal pada vagina mungkin itu hanya sekali saja ataupun sering merasa hal tersebut. Kadang gatal tersebut akan dapat sembuh dengan cepat, tetapi jika gatal terlalu mengganggu dan tidak kunjung reda, perlu mengetahui cara mengatasinya.

 

Penyebab gatal di daerah vagina dapat disebabkan oleh :

1. Jamur.

Biasanya muncul karena area vagina yang lembap. Sekitar 3 dari 4 wanita mengalami infeksi jamur di beberapa titik dalam hidupnya. Ini adalah salah satu penyebab paling umum gatal vagina dan salah satu nasalah vagina yang paling mudah diobati. Infeksi jamur terjadi ketika jamur terlalu banyak tumbuh dalam vagina. Banyak hal yang menyebabkan infeksi jamur, diantaranya keringat, kehamilan, hubungan seksual, atau mengenakan pakaian dalam yang basah. Cara terbaik untuk mengobati gatal vagina dari infeksi jamur adalah dengan menggunakan krim antijamur atau supositoria. Krim ini tersedia di apotek dan dapat mengatasi gatal vagina dalam hitungan menit.

Sebagai pengetahuan, bila gatal disebabkan jamur akan ditandai dengan warna kulit yang merah, bahkan merah sekali, di daerah vagina tersebut. Juga ditandai dengan rasa basah, perih atau panas. Kalau disebabkan eksim, maka kulitnya menebal, sedikit merah, tapi gatal sekali biasanya pada waktu malam. Bila kulitnya merah-merah, tidak basah, dan ada titik-titiknya, itu kemungkinan gatal karena iritasi

2. Bacterial Vaginosis

Populasi campuran beberapa bakteri sehat dalam vagina sifatnya normal. Tapi kadang-kadang jumlahnya didominasi oleh satu jenis bakteri saja dan hal ini dapat menyebabkan infeksi.
Gejala pertama biasanya gatal dan kemudian mungkin akan berkenbang menjadi peradangan, sensasi terbakar, debit cairan vagina tinggi, dan bau busuk atau amis. Untuk mengobati bacterial vaginosis, Anda memerlukan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

3. Iritasi.

Pakaian dalam yang ketat dapat menyebabkan iritasi.Kelembaban di daerah ini, antara lain, disebabkan bahan celana atau pakaian yang digunakan tidak menyerap keringat, seperti, bahan sintetis, lycra, dan lain-lain. Selain itu produk yang mengandung pewangi dan berwarna, seperti  pewangi pada pembalut atau pewangi pakaian dapat menyebabkan iritasi pada vagina yang menyebabkan rasa gatal..

Selain itu rasa gatal bisa disebabkan penurunan hormon oleh menopause menyebabkan penurunan estrogen dan penipisan dinding vagina juga jaringan di sekitarnya. Kekurangan hormon estrogen dapat menyebabkan pembakaran vagina selama hubungan seksual karena kurangnya lubrikasi. Sementara rasa terbakar karena infeksi bisa terjadi akibat adanya bakteri yang menimbulkan gejala penyakit seksual seperti herpes, chlamydia atau vaginosis. Keseimbangan antara bakteri normal dalam vagina juga berkontribusi terhadap munculnya infeksi. Vaginosis bakteri dapat meningkatkan kerentanan terhadap HIV. Gejala infeksi dapat berupa rasa nyeri saat kencing, keputihan, dan bau amis.

Bagaimana cara mengatasi rasa gatal pada vagina, dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Mengganti Celana Dalam

Gantilah celana dalam saat anda merasa lembab. Dengan berganti celana dalam setidaknya dua kali sehari juga merupakan upaya untuk menjaga kebersihan vagina dan menghindarkannya dari infeksi. Jangan lupa, pakailah celana dalam yang terbuat dari katun. Sebenarnya vagina merupakan organ yang bisa membersihkan dirinya sendiri, jadi Anda tidak perlu mencucinya dengan sabun berarora kuat maupun sabun mandi. Kandungan kimia dan parfum dalam sabun itu malah dikhawatirkan memicu gatal-gatal pada vagina. Tidur dengan pakaian yang nyaman atau tanpa pakaian dalam, sehingga vagina dapat terkena udara dan kurang berkeringat di malam hari. Lebarkan kaki ketika tidur dan jangan tidur dengan posisi meringkuk.

2. Hindari penggunaan produk yang mengandung pewangi pada vagina.

Mungkin beberapa dari Anda suka menggunakan tisu wangi untuk membersihkan vagina setelah buang air kecil. Tapi sekarang jangan lagi menggunakan tisu wangi atau panty liner yang mengandung pewangi. Bahan kimia dalam tisu wangi bisa memicu gatal-gatal pada vagina. Hindari pula penggunaan feminine sprays dan jangan pula menyemprot celana dalam Anda dengan parfum. hentikan pemakaian pewangi pakaian. Jangan memakai pembalut yang wangi, termasuk pembalut yang katanya dari herbal dan wangi itu. Kemudian, saat mandi sebaiknya gunakan sabun bayi yang paling tidak wangi. Pemakaian pembalut atau pantyliner juga harus diperhatikan. Usahakan jangan menggunakannya setiap hari. Gunakan hanya saat keputihan sedang banyak-banyaknya. Segera ganti pantyliner jika sudah ada gumpalan di atasnya.

3. Mimum Air Putih dan Kompres vagina

Banyak infeksi vagina yang bisa disembuhkan dengan air. Sebab tahukah Anda dehidrasi juga bisa menjadi penyebab vagina gatal dan terasa terbakar? Maka itu, minumlah banyak air. Kompres vagina dengan air dingin dan kain bersih selama sekitar satu jam.
Penggunaan air rebusan daun sirih untuk mengatasi gatal-gatal ini pun tidak boleh sembarangan, tergantung penyebabnya. Bila penyebabnya karena jamur, air rebusan daun sirih ini memang bisa membantu. Namun, kalau disebabkan karena iritasi lalu diberi air daun sirih, gatalnya akan tambah menjadi. Berdasarkan pengalaman saya, gatal-gatal di vagina bagian luar ini bisa merembet ke area lainnya, seperti selangkangan dan dubur.

4. Bunga Calendula

Bunga calendula atau pot marigold merupakan bunga yang dipercaya bisa mengatasi iritasi kulit dan genital. Caranya, rebus bunga berwarna kuning ini, lalu biarkan air rebusannya dingin. Lalu cucilah vagina dengan air rebusan bunga calendula yang telah dingin tersebut. Bisa juga bunga calendula ini dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk dan oleskan di sekitar organ genital Anda. Namun pastikan bubuk tersebut tidak sampai masuk ke dalam vagina.

5. Anti bakteri dari Yoghurt

Yoghurt memiliki kandungan antibakteri yang bisa mengatasi gatal-gatal pada vagina dan membunuh bakteri. Selain dimakan langsung, yoghurt tanpa gula juga bisa dioleskan ke daerah sekitar vagina. Ada juga yang menyarankan agar yoghurt ditaruh di tampon, dan baru dikenakan di vagina. Ada pula yang menyarankan menggunakan suntikan tanpa jarum dan mengisinya dengan yoghurt. Lalu ‘suntikkanlah’ yoghurt tersebut di area sekitar vagina. Agar yoghurt tidak berceceran, kenakanlah pembalut. Bersihkan setelah beberapa saat.

6. Menggunakan Shampoo dan krim Bayi

Oleskan shampoo bayi pada bibir vagina dengan kapas. Shampoo bayi dapat membantu mengeringkan penumpukan jamur di vagina dan membersihkan vagina dengan lembut. Selain itu bisa menggunakan krim untuk ruam popok bayi yang dijual bebas di pasaran. Biasanya krim itu mengandung zinc. Oleskan krim itu di daerah yang gatal. Ingat, jangan bubuhkan bedak atau obat jamur yang keras, ya. Bila setelah penggunaan krim selama beberapa hari tidak membaik juga, sebaiknya periksakan ke dokter. Bisa jadi gatal-gatal tersebut karena eksim atau iritasi.

7. Mencukur Rambut Vagina

Perhatikanlah kebersihan daerah vagina, misalnya dengan mencukur rambut kemaluan secara rutin. Saat mencukurnya, perhatikan kebersihan alat cukur atau guntingnya. Alat yang tidak bersih bisa menjadi penyebab rasa gatal pula.

8. Memanfaatkan Bawang Putih

Saat vagina iritasi, Anda bisa memanfatkan bawang putih yang ada di dapur. Ambil sesiung bawang putih, lalu bungkus dengan kain kasa dan ikat ujungnya dengan benang gigi. Lalu taruhlah di area vagina dan diamkan selama beberapa jam.  Next >>>

HATI-HATI MEMAINKAN JARI PADA VAGINA

Memainkan jari pada vagina dengan maksud untuk mendapat kenikmatan atau yang disebut masturbasi perlu dilakukan secara hati-hati. Terutama untuk seorang gadis atau yang belum pernah berhubungan alias masih perawan.

Permainan jari pada vagina bagian atas atau sekitar klitoris mungkin tidak ada masalah, tetapi jangan sampai memasukan jari ke dalam lubang vagina. Hal ini bisa mengakibatkan selaput dara (hymen) yang tidak elastis akan rusak. Kerusakan selaput dara bisa disebabkan oleh banyak faktor, bukan saja karena pernah berhubungan dengan lawan jenis. Selaput dara yang tidak elastis dan tipis akan rusak pada saat melakukan aktivitas olah raga.

 

Memainkan jari pada vagina bila masih perawan hanya diarahkan ke Klitoris atau C-Spot saja jangan sampai mencapai G-Spot karena letaknya berada di dalam lubang vagina. Daerah permainan pada klitoris sekitar vagina atau menyentuh bibir vagina secara lembut dengan ritme tertentu yang meningkatkan rangsangan. Selain area permainan klitoris yang mempunyai banyak saraf sensitif, permainan jari juga diarahkan ada payudara dan puting yang merupakan tempat sensitif wanita. Hindari sedini mungkin permainan jari pada vagina yang dapat merusak atau menghilangkan keperawanan.

Ada sebagian orang yang masih menganggap keperawanan yang hal sakral, perlu dijaga hingga saat malam pertama perkawinan. Namun karena dorongan seksual atau pengaruh pergaulan lingkungan, keperawanan bisa hilang sebelum memasuki masa pernikahan yang sah. Hal ini sudah banyak dibuktikan dengan penelitian-penilitian yang dilakukan dengan wawancara secara pribadi secara mendalam.

Pada budaya timur, seorang dianggap tidak suci lagi bila sebelum menikah sudah berhubungan badan dan tidak perawan lagi. Hal ini sangat berbeda dengan budaya barat dengan kehidupan seks bebas. Wanita muda disana merasa kurang lengkap bila pada saat menjelang dewasa belum berpacaran dan melakukan hubungan seks. Merasa risih dengan teman-teman sebayanya, dan perlu mencari pengalaman dan eksplorasi di dalam diri.  Next >>>

BERBAGAI MACAM CARA WANITA MASTURBASI

Walaupun persentasenya lebih rendah dari pria, tetapi sebagian wanita juga melakukan masturbasi untuk memuaskan dirinya. Sebagian besar wanita masturbasi juga menggunakan tangan untuk menghasilkan rangsang seksual. Bedanya ada pada teknik lain yang digunakan, yang lebih bervariasi dibandingkan laki-laki yakni sebagai berikut:

  • Menggunakan stimulasi tangan pada vagina dan klitoris (48 persen)
  • Stimulasi dengan vibrator (26 persen)
  • Memasukkan jari atau obyek lain ke dalam vagina (10 persen)
  • Menggosok-gosokkan vagina pada suatu obyek (6 persen)
  • Meremas-remas paha dan bokong (4 persen)
  • Menyemprotkan air ke vagina (4 persen)
  • Lain-lain (2 persen).

 

Dalam penelitian ada hal yang menarik, tidak ada satupun dari 265 perempuan berusia 18-35 tahun wanita masturbasi hanya dengan cara meremas-remas payudara. Teknik ini kadang dilakukan sebagai pelengkap dan jarang dijadikan rangsang utama untuk mencapai orgasme.

 

Pada saat seorang wanita masturbasi juga membayangkan hal yang erotis untuk meningkatkan rangsangan. Membayangkan sesuatu menimbulkan fantasi-fantasi yang menyenangkan. Fantasi yang paling banyak dibayangkan wanita saat melakukan masturbasi adalah sebagai berikut:

  • Fantasi erotik dengan sembarang laki-laki (63 persen)
  • Fantasi hubungan intim dengan sembarang laki-laki (51 persen)
  • Membayangkan adegan erotik dengan orang yang berbeda-beda (31 persen)
  • Mengingat-ingat adegan-adegan seksual dalam film erotik (20 persen)
  • Mengingat-ingat gambar-gambar erotik dalam buku atau majalah (25 persen)
  • Mengingat-ingat teman atau rekan kerja yang tampan (15 persen).

 

Bagian yang penting saat wanita masturbasi melakukan rangsangan pada vagina adalah klitoris. Klitoris seperti halnya penis pada pria merupakan fokus rangsangan utama. Dengan memainkan jari di bagian klitoris maka akan terasa kenikmatan. Merangsang klitoris haruslah dengan cara yang lembut karena bagian ini sangat sensitif.  Next >>>